Sunday, August 26, 2018

?Abdurraziq Muhammad Salim, Sang Guru Besar Kaligrafi Mesir Kumpulan Kaligrafi Islam


Kali ini, Blog Kaligrafi Islam akan mengangkat biografi dan karya karya kaligrafer besar Mesir bernama Abdurraziq Muhammad Salim yang merupakan Inspektor dan pengarah kaligrafi Mesir.

Kaligrafer Abdul Roziq Muhammad Salim lahir 12 Mei tahun 1908,  Ia menempuh pendidikan sampai meraih gelar Bachelor tahun 1931. Semasa menempuh pendidikan, ia juga sekolah di Madrasah al Khat al Araby (sekolah kaligrafi) dan lulus tahun 1932. Dan meraih gelar diploma tahun 1943, dengan spesialisasi kaligrafi dan seni ornamen. 

Kemudian ia bekerja di Wuzaroh al Maarif al Mishriyah (kementrian pendidikan Mesir) sebagai pengajar kaligrafi. Lalu ditunjuk menjadi guru kaligrafi di madrasah Tahsin al Khutut al Arobiyah Kairo. Abdurraziq sangat menguasai khat Tsuluts dan Khat Farisi. Yang disebutkan terakhir ini, bahkan menandingi para kaligrafer Iran yang memang terkenal jagonya Farisi.

Ia memiliki banyak karya. Antara lain buku bukunya yang disiapkannya untuk para siswa sekolah dasar. Berikut ini karya karya yang pernah ditulisnya : 

1. Al Hadi buku belajar kaligrafi untuk siswa sekolah
2. Kumpulan doa doa dalam Al Quran yang ditulisnya dalam khat Farisi.
3. Qur'aniyat, kumpulan ayat ayat Al Quran yang didalamnya terdapat kata Al Qur'an.
4. Kitab at thuruq al khasah fi talim al khat al araby (special methods in teaching arabic calligraphy)

Membuat Mesin Peniru Kaligrafi 


Dalam perjalanan hidupnya, ia pernah terlibat dalam proyek ambisius pembuatan mesin kaligrafi yang digadang gadang dapat meniru tulisan tangan. Tentu ini terjadi pada masa belum ada komputer. Ia diundang oleh Universitas Amsterdam untuk membuat contoh contoh tulisan naskhi yang akan dijadikan master untuk mesin buatan tersebut. Ia tinggal untuk mengerjakan proyek itu di Amsterdam selama 25 hari. Proyek tersebut dipimpin oleh seorang arsitek bernama Dr. Edward Bloi. Hanya saja proyek ini tidak pernah terwujud sampai sekarang.

Kehilangan Ingatan 


Pada tahun 1988, kaligrafer Yusuf Dzunun pergi ke Mesir untuk menemui Abdurraziq. Ia mendatanginya untuk memberikan undangan pertemuan kaligrafer dunia. Namun sayangnya, Abdur Raziq sudah berumur 80 tahun dan mengalami amnesia ( pikun).

Abdurraziq Muhammad Salim wafat tahun 1994 dalam umur 86 tahun. Berikut ini beberapa contoh dari karya karyanya :










Artikel ini ditulis dengan memperhatikan sumber sember tertera dibawah ini. 

 All artworks are properties of their respective owners If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.

Tuesday, July 17, 2018

KaligrafiIslamiKumpulan Kaligrafi Surah Asy-SyamsKumpulan Kaligrafi Islam

Surah Asy Syams (Matahari) adalah surah ke 91 dari seluruh surah dalam Al-Qur'an. Jumlah ayatnya ada 15. Merupakan salah satu surah yang puitis dan bersajak. Tidak hanya indah untuk dibaca dan didengar, tetapi juga sangat indah ketika diwujudkan dalam seni kaligrafi. 

Inilah Surah Al Syams  lengkap :
??? ???? ?????? ??????
??????????? ??????????
??????????? ????? ???????
???????????? ????? ?????????
??????????? ????? ??????????
??????????? ????? ????????
?????????? ????? ????????
???????? ????? ?????????
????????????? ?????????? ????????????
???? ???????? ??? ?????????
?????? ????? ??? ?????????
????????? ??????? ????????????
???? ???????? ??????????
??????? ?????? ??????? ??????? ??????? ??????? ????????????
???????????? ???????????? ?????????? ?????????? ???????? ??????????? ???????????
???? ??????? ??????????



Karya Shobah Al Irbili
Dalam kaligrafi ini, ditonjolkan huruf wawu tsuluts. Bentuk huruf wawu yang berjumlah 15 ditulis sangat identik satu sama lain. Sedangkan ayatnya yang lain ditulis dalam khat ijazah




Karya Mutsanna Al Ubaidi
Ditulis dengan khat tuluts dan ijazah dengan menonjolkan domir ?? yang jumlahnya ada 16 buah. Tulisan basmalah diletakkan sebagai pusatnya




Karya Orhan
Ditulis dengan khat diwani jaly secara melingkar. Permulaan ayat diawali tepat diatas lingkaran arrahman arrahim. Sedangkan tulisan basmalah diletakkan ditengah sebagai tulisan utama.


Karya Abu Karim
Ayat 1-7 Surah Asyams ditulis dengan khat tsuluts dan khat kufi




Ayat 1-7 Surah Asyams ditulis dengan khat tsuluts dan khat kufi
Kaligrafi ini menghiasi Grand Mosque Of Bursa (Masjid Agung Bursa) di Turki


Asy-Syams 1-7 ditulis oleh Aisyah Hassani dengan khat diwani jali



Tauqi penulisnya tidak terbaca



Penulis tidak diketahui




Karya Musthafa Halim


Semoga bermanfaat, terima kasih.

All artworks are properties of their respective owners If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.


Saturday, July 14, 2018

KaligrafiIslamiFoto Foto Kaligrafi Masjid Jami' TokyoKumpulan Kaligrafi Islam


Gambar gambar menarik ini, saya dapatkan ketika saya sedang menulis artikel tentang kaligrafer Jepang Fuad Honda. Gambar gambar tersebut, adalah lukisan kaligrafi yang menghiasi dinding masjid Jami' Tokyo (Tokyo Camii). Masjid ini adalah masjid terbesar yang dimiliki negara Jepang. Negara Jepang memiliki kurang lebih 80 masjid, dengan ukuran kecil kecil. Masjid Jami' Tokyo ini mampu menampung 1200 jama'ah.

Di jantung daerah pemukiman yang tenang di Yoyogi Uehara, tidak jauh dari pusat kota yang ramai di Shinjuku dan Harajuku, terdapat sebuah bangunan yang menara dan kubahnya mengesankan, membuatnya menonjol dari arsitektur sekitarnya. Tokyo Camii, memiliki arsitektur yang mirip dengan Masjid Biru yang terkenal di Istanbul.


Ini adalah Tokyo Camii, masjid terbesar di Jepang, dibangun dengan gaya Ottoman yang mengesankan. 


Selain air, beton, dan baja, semua bahan bangunan dan perabotan yang digunakan di masjid dibawa dari Turki. Sekitar seratus pengrajin Turki bekerja selama setahun untuk membangun masjid lantai dua itu sendiri dan pusat budaya di lantai bawah. Bangunan itu sendiri adalah sebuah karya seni.

�Sayangnya, untuk sebagian besar sejarah Jepang tidak ada kontak langsung dengan dunia Islam,� kata Nurullah Ayaz, imam di Tokyo Camii. �Baru pada abad ke-20 komunitas Muslim pertama kali berdiri di Jepang. Masjid pertama di Tokyo dibangun oleh orang Tartar yang datang ke Jepang sebagai pengungsi setelah Revolusi Rusia pada tahun 1917. Mereka adalah kelompok Turki yang berasal dari Asia Tengah, yang datang ke Jepang melalui Siberia dan Cina. Sebagai Muslim, hal pertama yang ingin mereka lakukan di Jepang adalah membangun sekolah untuk anak-anak mereka dan mendirikan sebuah masjid di mana komunitas bisa berdoa. Muslim ini menerima izin dari pemerintah Jepang pada tahun 1928, dan sekolah dibuka pada tahun 1935. Masjid pertama selesai tiga tahun kemudian, pada tahun 1938. �



Surah Al Ikhlas, tertulis dibagian tengah kubah utama.
Disekeliling kubah utama ada kubah kubah kecil dengan tulisan kaligrafi melingkar



Lafadz Jalalah terpajang megah
???? ?? ?????



?? ????
Yaa Waduud ditulis berulang ulang melingkar


Khatib menyampaikan khutbahnya
Dengan latar belakang ornamen dan kaligrafi yang indah



Pada pagi dan sore hari, sinar matahari masuk melalui jendela kaca patri. Membungkus bagian dalam masjid dalam cahaya. 




Gambar utuh dome utama dan kubah kubah disekelilingnya
Dihiasi kaligrafi Asmaul husna dan ayat ayat Al Qur'an. 



Pemandangan ruang utama dengan sederet kaligrafi



Pintu dengan ornamen geometris



Muhammad Alaihis Salam




4 ayat dari Surah Yasin, ditulis dengan gaya saling berhadapan (mutanadzir)
?? (1) ???????????? ?????????? (2) ??????? ?????? ?????????????? (3) ?????? ??????? ???????????? (4









Artikel ini ditulis dengan memperhatikan sumber sember tertera dibawah ini.

https://www.nippon.com/en/features/c01301/

 All artworks are properties of their respective owners If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.

Friday, July 13, 2018

KaligrafiIslamiKaligrafi Ini Ditulis Tanpa Huruf, Bisakah Kamu Membacanya ?Kumpulan Kaligrafi Islam


Kreatifitas tanpa batas !!
Para kaligrafer berfikir sangat jauh, menghasilkan sesuatu yang tidak terfikirkan oleh orang lain.
Termasuk karya karya berikut ini ! Kaligrafi tyanpa huruf ! Yang muncul hanya harokatnya saja. Tapi dibaliknya ada ungkapan yang bisa dibaca.


Ini yang pertama. Penulis tidak diketahui. Dalam karya ini yang terlihat hanya karakter tanda baca (harokat dan titik) dan hiasan. Padahal sebenarnya karya ini berisi petikan hadis yang sangat terkenal. Bisakah kamu membacanya ? 



Ini yang kedua. Karya Jazim Nasrullah. Tidak ada huruf sama sekali, hanya ada tanda baca, titik dan hiasan. Dan sebutir telor !! .  Ayo bagaimana cara membacanya !


Untuk kaligrafi pertama, berisi petikan hadis  ???? ??????? ???????  (innamal a'malu binniyyat, sesungguhnya amal itu dengan niat). Lalu kemana karakter huruf huruf konsonannya ? Kenapa ia tidak ditulis ? Jawabnya adalah : Disimpan didalam hati !. Karena temanya adalah niat. Dan niat letaknya didalam hati. 

Boleh juga idenya !

Untuk kaligrafi kedua, adalah kata ????  (baidhoh, telur). Lalu kemana huruf hurufnya ? Cukup diwakili dengan sebutir telur. Bila telurnya diambil, tidak akan ada yang bisa membacanya sampai hari kiamat. 

Apakah kamu punya karya dengan ide serupa ?

Mudah mudahan menjadi inspirasi. Terima kasih.


Thursday, July 12, 2018

KaligrafiIslamiKaligrafer Jepang Fuad Honda KoichiKumpulan Kaligrafi Islam


Kaligrafer Fuad Honda Koichi

Beberapa negara di Asia dikenal memiliki seni kaligrafi dalam kebudayaan mereka. Negara Jepang salah satunya. Seni kaligrafi adalah merupakan bagian dari budaya negara mereka. Negara negara China, Korea, dan Jepang memiliki metode menulis kaligrafi yang hampir sama, yaitu menggunakan pena dengan ujung lembut mirip kuas. Penggunaan pena seperti itu, disesuaikan dengan karakteristik huruf huruf dalam bahasa mereka yang mesti digoreskan dengan cepat. Berbeda dengan kaligrafi Arab, yang menggunakan pena dengan mata keras.

Sebagai warga negara Jepang, Honda Koichi mestinya sangat mahir seni kaligrafi Jepang. Namun ternyata minatnya menyeberang ke Timur Tengah. Ia justru tertarik mempelajari kaligrafi Arab. Hal ini dipengaruhi oleh tempatnya bekerja di negara Timur Tengah. Honda Koichi, pertama kali menemukan kaligrafi Arab saat bekerja di Timur Tengah.

Bukan hanya belajar kaligrafi, ia juga mahir berbahasa Arab dan masuk Islam. Kemudian ia menambahkan nama Fuad didepan nama aslinya. 


Fuad Honda Koichi  Lahir pada tahun 1946 di Prefektur Kanagawa. Pada tahun 1969, ia lulus dari Tokyo University of Foreign Studies, di mana dia belajar bahasa Arab. Kemudian ia bergabung dengan Pacific Aerial Survey Co. pada tahun 1975 dan menghabiskan lima tahun berikutnya di Timur Tengah, di mana ia mempelajari dasar-dasar kaligrafi Arab.

Setelah itu ia terus belajar kaligrafi sendiri setelah kembali ke Jepang di bawah bimbingan jarak jauh dari master kaligrafi Turki Hasan �elebi, sang guru yang kelak memberinya Ijazah sebagai master kaligrafi pada tahun 2000.

Beliau menuturkan kisahnya :

Saya bekerja di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya sebagai penerjemah untuk perusahaan Jepang. Perusahaan kami telah dipekerjakan untuk membuat peta wilayah tersebut, dan saya pergi ke sana sebagai bagian dari tim proyeknya.

Kami mengambil foto udara dari wilayah tersebut dan melakukan survei di lapangan, merekam nama dasar sungai, bukit, dan fitur topografi lainnya. Kami kemudian mengambil informasi ini ke Kementerian Perminyakan Saudi di Riyadh, tempat para penulis kaligrafi menulis nama-nama yang telah kami rekam. Saya terkesan dengan betapa indahnya karakter Arab yang mereka tulis, bahkan untuk orang Jepang seperti saya, bentuknya memikat.

Pengawas yang menyertai kami dari kementerian pemerintah juga seorang kaligrafer. Jadi saya memintanya untuk mengajari saya lebih banyak tentang seni. Dia meminjamiku buku tentang alfabet dan pena buluh. Saya mulai menyalin karakter dan menunjukkannya kepadanya untuk dikoreksi. Semakin saya menekuni kaligrafi ini, semakin menarik jadinya. Secara bertahap saya menemukan diri saya benar-benar terserap dalam kaligrafi Arab. 


Untuk ukuran orang Jepang, sayalah yang paling mampu menuliskan kaligrafi Arab dengan baik. Bagiku, huruf huruf yang aku goreskan sudah cukup sempurna.

Tetapi, para kaligrafer kelas dunia yang saya temui di Baghdad, memiliki beberapa kritik pedas bagi saya. Mereka mengatakan kepada saya, bahwa untuk untuk menulis karakter kaligrafi Arab, mestilah secara ketat mengikuti aturan dan kaidahnya.

Beruntung, pada acara itu saya diperkenalkan dengan Master kaligrafi Turki Hasan �elebi. Saya memintanya untuk memperbaiki karya karya saya melalui pos udara (surat menyurat). Pada awalnya, karakter kaligrafi yang saya gambar ditutupi oleh koreksi dengan tinta merah. Baru sekitar sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1998, ia akhirnya menulis kata "Selamat" untuk memuji karya saya. Dan dua tahun kemudian, dia memberi saya "Ijazah " yang menyatakan saya sebagai ahli kaligrafi utama.

Saat ini, namanya sudah tercatat sebagai salah satu master kaligrafi Arab. Bukan hanya seniman, ia adalag profesor dan presiden asosiai kaligrafi Arab di Jepang. Karya-karyanya telah dipajang di tempat-tempat bergengsi seperti British Museum. Ia telah memenangkan banyak penghargaan untuk karyanya. Dimulai dengan hadiah harapan di Kompetisi Kaligrafi Arab Internasional 1990.

Karya-karyanya yang diterbitkan termasuk Pasupoto shokyu Arabiago jiten (The Passport's Beginner's Arabic Dictionary sebuah kamus bahasa Jepang - Arab), Arabiago no nyumon (Pengantar Bahasa Arab) dan Arab moji o kaite miyo yonde miyo (Coba Menulis dan Membaca Bahasa Arab), serta koleksi karya kaligrafinya berjudul Arabia shodo no uchu (The Universe Kaligrafi Arab).

Berikut ini beberapa karyanya :












https://www.nippon.com/en/people/e00028/

Artikel ini ditulis dengan memperhatikan sumber sember tertera dibawah ini. All artworks are properties of their respective owners If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.


Wednesday, July 11, 2018

KaligrafiIslamiMembuat Pena Tsuluts Jali Ala PaighamKumpulan Kaligrafi Islam


Salah satu jenis pena kaligrafi yang sangat dibutuhkan para kaligrafer adalah pena pena berpelatuk besar atau lazim disebut Tumar. Pena pena Tumar digunakan untuk menulis khat tsuluts, tsulutsain dan tsuluts jali. Ciri khas pena ini adalah ujungnya (pelatuknya atau minqar) lebih besar dari pegangannya. Biasanya memiliki lebih dari satu parit (belahan atau syaqq) untuk aliran tinta. Bisa dua sampai lima parit. Pena pena ini banyak diproduksi pabrikan dan dijual bebas. Anda bisa mencarinya secara online.




Atau kamu bisa pesan yang handmade (buatan tangan) dari para pengrajin, seperti pena Rajawali yang dibuat oleh Muhammad Luthfi salah satu murid LEMKA yang pernah menerima penghargaan sebagai santripreneur. Atau bahkan kamu juga bisa memperoduksinya sendiri. Coba cobalah untuk membuatnya. Siapa tahu kamu menjadi ahlinya, dan kemudian memiliki merek dagang sendiri seperti Qalam Rajawali. Atau paling tidak, keahlian ini bisa membantumu mengatasi kebutuhan alat alat tulis, disaat tidak ada dana untuk membelinya.  

Video berikut ini dibagikan oleh kaligrafer Muhammad Paigham dari Kabul Afghanistan, mengenai cara membuat pena tsuluts sendiri dengan bahan kayu. Yang dibutuhkan adalah kayu atau bambu, cutter, dan amplas. 

Berikut ini videonya :



Mengenai Muhammad Paigham sendiri, beliau adalah kaligrafer dari kabul Afghanistan. Keahlian utamanya adalah pada khat Farisi. 

Ini salah satu karyanya :


Artikel ini ditulis dengan memperhatikan sumber sember tertera dibawah ini. 


 All artworks are properties of their respective owners If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.

Wednesday, June 27, 2018

KaligrafiIslamiZaki Ali Hasan Al HasyimiKumpulan Kaligrafi Islam



Assalam alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pembaca yang terhormat, pada kesempatan kali ini, Blog Kaligrafi Islam akan mengenalkan profil seorang kaligrafer dari Yaman bernama Zaki al Hasyimi. Kemudian lebih jauh kita akan melihat karya karyanya juga mempelajari video videonya. 

Mengapa sosok Zaki Al Hasyimi ini perlu kami ulas ?  Karena beliau adalah masternya kaligrafi Naskhi Mushaf, disamping itu, ia adalah seorang akademisi yang telah meraih jenjang pendidikan tinggi dibidang kaligrafi dan merupakan kaligrafer pertama yang memperoleh ijazah internasional dalam bidang kaligrafi.

Singkatnya, orang ini layak untuk dijadikan guru dan rujukan bagi kita dalam berlatih Naskhi ! Tulisan naskhinya sangat indah sebagaimana yang akan pembaca lihat nanti




Zaki Al Hasyimi lahir di kota Radfan al-Habaylin Yaman pada tahun 1982 M. Ia mengaku berminat pada seni kaligrafi sejak kecil. Ia mulai menekuninya secara otodidak. 

Ia berkisah, awalnya ia selalu merasa kagum setiap kali melihat Kaligrafi Arab. Dirinya merasa takjub, dan merasakan seolah-olah seni kaligrafi ini memanggil dirinya. Meskipun saat itu ia belum mengerti apa-apa bahkan juga belum bisa membedakan huruf huruf (belum bisa membaca). 

Berangkat dari rasa takjub itu, ia secara diam diam mendatangi kios kios para kaligrafer. Ia mengamatinya dari jauh ketika kaligrafer itu sedang menulis. Kemudian ia menirunya dirumah.

Lama lama, Zaki Al Hasyimi menghasilkan sebuah karya. Lalu ia memberanikan diri untuk menunjukkan hasil karyanya kepada para kaligrafer. Ia mendapat apresiasi baik dari sang kaligrafer . 

Selanjutnya ia sudah tidak bisa melepas kecintaannya pada kaligrafi Ia merasakan kaligrafi itu menjadi bagian dari tanggung jawabnya.  Hanya saja, di tempat tinggalnya ia kesulitan mengembangkan diri, karena tidak banyak sumber rujukan baginya untuk menekuni kaligrafi. Ia memutuskan untuk keluar mencari guru lagi. Ia pergi ke kota Shana'a. Di kota ini ia sempat berjumpa dan belajar kepada beberapa guru kaligrafi, antara lain Nasir Al Nushori, dan Rokib al-Audari. 

Ia juga menjalin komunikasi dengan Abbas Al Baghdadi dan belajar darinya melalui surat-menyurat. Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Suriah tahun 2006 . DiSuriah, kahliannya mendapat apresiasi sehingga ia ditunjuk ikut menulis mushaf besar yang dikenal dengan Mushaf Syam. 

Kemudian ia pergi ke kota Madinah menemui beberapa master kaligrafi dan belajar dari mereka. Di Madinah ini ia merasa baru mengenal bagaimana cara menulis kaligrafi yang benar, yaitu melalui bimbingan langsung dari guru. Apalagi yang ditulisnya adalah mushaf Al Qur'an. Al Qur'an diajarkan secara talaqqi langsung antara guru dan murid. Maka kaligrafi Al Qur'an pun mestinya demikian. Menurutnya metode terbaik belajar kaligrafi mushaf adalah banyak-banyak mengamati Sang Guru menulis. 

Kemudian ia pergi ke Istanbul yang merupakan pusat kaligrafi Islam. Di sana ia belajar di markas kaligrafi IRCICA selama 6 bulan, hingga ia mendapat ijazah dari beberapa guru besar kaligrafi antara lain Hasan Celebi, Farhad Kurlu dan Mumtaz Dordo. Kemudian ia melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar magister dalam bidang seni kaligrafi dari universitas Sultan Muhammad Al Fatih.

Dalam pendidikan tingginya, ia meneliti dan meniru karya-karya kaligrafi terdahulu seperti karya karya Syauqi. Kemudian dia meneliti karya-karya yang lebih tua dari Syauqi, maka ia jumpai ternyata Sauqi banyak meniru karya-karya pendahulunya yaitu Hafiz Usman. Kemudian ia juga mendapati bahwa Hafiz Usman meniru karya-karya pendahulunya yaitu Syekh hamdullah Al Amasy.
Lalu ia menarik kesimpulan bahwa kaligrafi mushaf secara turun temurun telah mengikuti kaidah baku. Buah dari penelitiannya itu, Zaki Al Hasyimi mampu menulis khat naskhi mushaf mengikuti kaidah yang telah di gariskan oleh Syekh Hamdullah Al Amasi.

Zaki Hasyim sangat tekun belajar kaligrafi. Ia berlatih selama 14 jam sehari. Hal itu dilakukannya terus sampai ia meraih kemuliaan tinggi dan mendapatkan ijazah, di usianya yang masih muda. 

Sekarang ia menjadi direktur pusat kaligrafi Aya Sofia dengan spesialisasi khat naskhi mushaf.  tulisan naskhi nya sangat indah. 

Ia memberi nasehat kepada siapa saja yang hendak menguasai khat naskhi agar berlatih dengan menulis mushaf Alquran. 

Berikut ini beberapa karyanya :

Petikan syair dalam khat naskhi yang sangat indah


Pergilah kepada Allah dengan kelemahanmu.
Maka Allah akan datang padamu dengan kekuatan-Nya







Kecil tapi besar nilainya
Sesungguhnya Za'faran adalah parfum para perawan
Sedangkan tinta adalah parfum para lelaki








Itulah, beberapa karyanya yang cukup mengesankan. Tentu kita ingin memiliki tulisan seperti beliau. Beruntung, Zaki Al Hasyimi memiliki beberapa video tutorial yang diupload ke Youtube. Kamu bisa mempelajarinya langsung di Youtube dengan mengetikkan kata kunci ??? ??????? atau ikuti channel ini : Ta�eb EL MOURABITE ????? ??????? . Insya Allah kami juga bermaksud memasang videonya diblog ini agar mudah dicari.


All artworks are properties of their respective owners (Zaki Al-Hasyimi) If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.
Thank You

  1. https://www.instagram.com/hattatzeki2/
  2. http://yafa-news.net/archives/129889/amp
  3. https://qafilah.com/ar/??????-??????-???-???????/