Tuesday, November 7, 2017

KaligrafiIslamiAmir Ahmad FalsafiKumpulan Kaligrafi Islam


Master Nasta'liq, Amir Ahmad Falsafi

Ia adalah kaligrafer Iran kelahiran tahun 1959. Sejak usia tujuh tahun, ia telah mengamat amati kaligrafi di jalanan, di bangunan, di halaman buku, majalah dan surat kabar. Hanya saja, permulaan sebenarnya ia belajar kaligrafi, dilakukan kepada gurunya yang pertama, Ibn Baba'i. 

Hingga usia 17 tahun atau 18 tahun, ia terus menerus berlatih kaligrafi dan hidup bersamanya. Ia berlatih sendiri, dengan arahan arahan yang diberikan oleh guru pertamanya. Bersamaan dengan itu, ia juga mengumpulkan karya karya kaligrafer ternama yang banyak tersiar. Antara lain karya karya kaligrafi hebat Mir Imad Al-Hussein (1554-1615). Ia fokus mempelajari karya karya ini secara otodidak.

Kemudian panggung kehidupannya semakin kaya setelah ia mengenal kaligrafer terkenal Hassan Mirkhani (1907-1982). Dia mendapatkan banyak pelajaran dan manfaat dari tekhnik penulisan dan alatnya. Dia mulai menunjukkan kematangannya ketika dia bergabung dengan dua kaligrafer besar: Kikhsru Kharoush dan Gulam Hussein Amir Khani. Kedua kaligrafer ini menempatkannya pada titik awal dalam perjalanannya menuju pekerjaan dan proyek proyek hebat. 

Amir Ahmad pada usia 22 tahun telah menjadi anggota Asosiasi Kaligrafi Iran, sebuah posisi kunci dalam kehidupan para kaligrafi Iran.
--
Dari tangannya telah lahir lebih dari 300 kaligrafi. Meskipun demikian dia tidak berhenti mencoba, berlatih dan mencari teks yang layak disain.  Dia memilih teks-teksnya dari Alquran dan Hadis, dan puisi puisi Hafez al-Shirazi. Jenis kaligrafi yang sangat dikuasainya adalah Nasta'liq

Selain berkarya ia juga menulis beberapa buku belajar kaligrafi dan sejarahnya. Selain itu, ia juga pernah mengadakan pameran khusus dan bersama sam, yang terakhir adalah Pameran Kaligrafi Internasional Dubai.

Berikut ini karya karyanya : 



Bismillah
Yaa ayyuhal muddatstsir qum faandzir (al muddatstsir : 1-2)




Surah Al Fatihah




Nuun wal qalami wama yasthurun (al qalam 1-2)




Laa taqnathu min rahmatillah (Az-Zumar : 53)




Ghamm (murung)







Inna rabbaka huwal khallaqul aliim (?Al Hijr ayat 86)




Wallahul aliimul haliim (?An-Nisa 12)








Fabassyir Ibaad. Alladzina yastamiunal qaula fayattabiuna ahsanah ( az-Zumar : 18) 




Tawakkaltu alallah (As Sura ayat 56 dengan redaksi inni tawakkaltu alallah)




Nuun 




Basmalah




Basmalah




Surah Al Falaq




















Rabbis-syrahli Shadri wayassirli amri (Toha : 25)


Friday, November 3, 2017

KaligrafiIslamiKaligrafi Naskhi Karya Abdul Nasher Al MashriKumpulan Kaligrafi Islam


Tema kita kali ini adalah tentang Abdul Naser Al Mashri. Seorang murid dari kaligrafer Adnan Syeikh Usman. Kita akan melihat lihat karya karya beliau, dalam beberapa artikel Insya Allah. Untuk postingan kali ini, kita khusus akan memamerkan karya karya beliau dibidang khat naskhi. Mudah mudahan berguna bagi pembaca.

Kita mulai dengan biografi singkat Abdul Nasir al Mashri. Nama lengkapnya adalah Abdul Nasir Hasan al Mashri. Beliau lahir di kota Homs Suriah pada tahun 1979. Ia belajar kaligrafi kepada Adnan Syeikh Usman, kaligrafer besar Suriah. Abdul Nashir menguasai semua jenis khat dengan baik terutama diwany jaly (sebagaimana gurunya). Anda bisa mengikuti twitternya di @abdulnaser011


Berikut ini adalah beberapa karyanya dalam khat Naskhi : 

















































Artikel ini ditulis dengan memperhatikan sumber sember tertera dibawah ini. 

  1. @abdulnaser011
  2. http://hibastudio.com/abedalnaser-almasri/
All artworks are properties of their respective owners (Abdul Nasir Al Mashri) If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.
Thank You


KaligrafiIslamiAmati Kaligrafi Surah Al Fatihah Ini, Apakah Kamu Bisa Menemukan Kejanggalannya?Kumpulan Kaligrafi Islam


Penulisan Kaligrafi Surah Al Fatihah dari masa kemasa terus berkembang sehingga mencapai bentuknya yang sekarang ini. Ia sangat indah. Terutama yang ditulis dengan khat tsuluts. Misalnya kaligrafi Surah Al Fatihah diatas, sangat terkenal dan sering kamu lihat. Tapi coba perhatikan lagi baik baik tulisan itu. Ada sesuatu yang janggal, apakah kamu bisa menemukannya?

Surah Al-Fatihah, disebut juga Ummul Qur an (induk al Quran) dan as-sab'ul masani (tujuh ayat yang diulang ulang). Surat ini istimewa. Kandungan maknanya sangat dalam. Makna semisal ini tidak diturunkan pada kitab Taurat dan Injil. Ia menjadi surah yang paling sering dibaca oleh ummat Islam.
Dalam bidang kaligrafi, surah ini juga istimewa. Para kaligrafer menjadikan surah ini sebagai pokok keahlian mereka berkaligrafi. Menulis surah al fatihah, seolah-olah wajib bagi mereka. Terutama ayat pertama dari surah ini, yaitu bismillahirrahmanirrahim.



Ada satu bentuk karya Kaligrafi Surah Al Fatihah dalam khat tsuluts yang sangat Indah, dan dijadikan ikutan secara turun temurun. Bentuk ini juga dijadikan standar kemampuan para kaligrafer. Dikisahkan, Kaligrafer besar Turki Hamid al Amidi berjuang selama enam bulan untuk meniru Kaligrafi Al Fatihah ini.

Bentuk kaligrafi Al Fatihah yang dimaksud adalah karya Mahmud Jalaluddin Ad Dagestani, seorang kaligrafer kuno. Karyanya ini iditiru terus secara turun temurun sampai hari ini. 

Perhatikan karya karyanya berikuti ini : 


Ini adalah tiga kaligrafi Al Fatihah karya Mahmud Jalaluddin Ad-Dagestani (1140 H - 1245 H). Gambar yang anda lihat tidak begitu bagus resolusinya. Hanya itulah yang berhasil saya dapatkan. Tapi coba kita perhatikan sebentar. Kaligrafi paling kanan, dan yang tengah memiliki bentuk yang hampir sama dalam bentuk basmalahnya, jumlah barisnya, dan pemotongan ayatnya.

Tetapi kaligrafi sebelah kanan, berbeda dengan dua saudaranya ini. Mungkin anda akan menemukan perbedaannya didalam penulisan basmalahnya. Juga dalam pembagian jumlah barisnya. Tapi yang paling aneh, yang mungkin luput dari perhatian anda, adalah penulisan kata (??? )  yang diulang sebanyak dua kali. Mari Perhatikan lebih dekat :



Ini adalah sebuah kejanggalan yang dapat diterima dari sudut pandang seni. Tetapi dari sudut syariat Islam, tentu bermasalah. Karena seakan akan ada penambahan, dan penyusupan dalam ayat suci Al-Qur'an. Dalam pandangan ilmu bahasa juga bermasalah karena merusak makna. Karena pengulangan kata peniadaan (nafi) sebanyak dua kali akan menghasilkan arti "ada" ( itsbat ).

Selanjutnya, datanglah kaligrafer Mustafa Raqim (1171 - 1241). Ia meniru tulisan Mahmud Jalaluddin itu dengan bentuk yang sama persis. Hanya saja Raqim telah menyempurnakan bentuk bentuk hurufnya, sehingga karyanya lebih indah dari pendahulunya itu. Hanya saja, Raqim tetap mengulangi kesalahan yang sama yaitu menulis dua kali kata ??? . Perhatikan dibawah ini :


Tulisan Raqim sangat indah. Raqim selamanya akan menjadi master kaligrafi panutan para kaligrafer yang datang belakangan. Banyak kaligrafer yang berlatih dengan meniru tulisan Raqim. Diantaranya adalah kaligrafer yang juga bernama Raqim yaitu Ahmad Raqim murid dari Muhammad Hasyim, murid dari Musthofa Raqim. Ia meniru tulisan Musthafa raqim dengan tetap membiarkan pengulangan kata ??? . Perhatikan gambarnya berikut ini :


Kemudian datanglah Musthafa Izzat, ia menulis Al Fatihah meniru Musthafa Raqim. Hanya saja kali ini Izzat tidak membiarkan pengulangan kata ??? .  Ia membuangnya. 


Setelah Izzat, datanglah Hafidz Wahdati meniru tulisan Raqim, dengan mengulangi kata ??? . kesalahan itu kembali dipelihara.


Akhirnya pamungkas, datanglah Hamid Al Amidi, ia meniru tulisan Raqim dengan persis. Hanya saja ia membuang pengulangan ??? . Karya Hamid ini dianggap yang terbaik. Bahkan Hamid sendiri menganggap kaligrafi Al-Fatihah tulisannya ini adalah karyanya yang paling indah seumur hidupnya.

Al Fatihah
Al Fatihah Hamid Al Amidi
Meniru Tulisan Raqim. Sampai tanda tangannya juga ditiru


Wallahu A'lam. Semoga bermanfaat.

Thursday, November 2, 2017

KaligrafiIslamiKaligrafer Modern Hassan MasooudyKumpulan Kaligrafi Islam

http://www.octobergallery.co.uk/artists/massoudy

Kali ini kita akan mengunjungi salah seorang seniman kaligrafi modern yang berasal dari Iraq, tetapi lebih banyak berkarya di Eropa. Karya karyanya tidak sama dengan umumnya seni kaligrafi, tetapi sangat indah. Kami sajikan untuk kamu yang sedang mencari inspirasi untuk membuat kaligrafi modern. 

Nama kaligrafer ini adalah Hassan Massoudy. Ia lahir pada tahun 1944 di Najaf, Irak Selatan. Ia hidup dalam masyarakat tradisional Irak. Pada saat remaja, dia pindah ke Baghdad pada tahun 1961, di mana dia belajar berbagai gaya klasik kaligrafi, mempelajari desain grafis dan seni rupa.



Al Karom
Dari puisi Kahlil Gibran :  al karom huwa i'tho'u fauqo maa nastathi'
(Dermawan ini, adalah memberikan sesuatu diluar yang kita mampu)

Keinginannya untuk belajar seni, ditambah dengan kondisi politik di Irak pada saat itu, menyebabkan dia pergi ke Paris pada tahun 1969 di mana dia mendaftarkan diri di �cole des Beaux- Arts. Massoudy tidak hanya dipengaruhi oleh para master kaligrafi Arab yang hebat, tapi juga artis artis Eropa seperti Leger, Matisse, Soulages dan Picasso. 

Setelah menerima gelar pada tahun 1975, dia kembali menekuni kaligrafi Arab dengan cara yang lebih kaya, menggunakan gaya klasik dengan cara yang lebih baru dan lebih bebas. Dari tahun 1972 ia berkeliling Eropa selama tiga belas tahun dengan penampilan Arabesque yang menggabungkan musik, puisi dan kaligrafi.

Karya karya yang ditulisnya lebih banyak diambil dari petikan petikan ucapan tokoh tokoh besar (quotes), dengan tema utama perdamaian dan toleransi. Inilah kemudian yang membuat ia ditarik untuk bekerja di organisasi organisasi sosial Internasional seperti UNESCO dan Amnesty International.

Karya karyanya biasanya di bagi dua : bidang utama diisi dengan tema (misalnya cinta, damai, dan seterusnya) yang ditulis dengan huruf warna warni. Kemudian dibawahnya ditulis kalimat kalimat lanjutannya dengan huruf huruf lebih kecil.

Misalnya karya berikut ini, bagian utama tertulis " KALAM" ( ???? ) , kemudian bagian bawahnya ditulis khairul kalami maa qalla wa dalla (sebaik baik pembicaraan adalah yang ringkas tapi dapat memberi petunjuk)





Berikut ini adalah beberapa karya Hassan Masooudy dibidang kaligrafi modern :



Kaligrafi berjudul "Dream" 
Berisi puisi terkenal dari Li Bai berbunyi :
 idzaa kaanat al hayaatu mitsla hilmin kabir, limadza yukallifu nafsahu 'anaa'al aisyi fil adzab
Bila kehidupan itu hanyalah mimpi, lalu mengapa membebani dirimu dengan beban kehidupan yang menyiksa



Ats-Tsimar (Buah)
Puisi Kahlil gibran : ?????? ?? ???? ???? ????? ??????? ?? ???? ???? ??? ????? ? ?????
(Apakah hatiku mesti menjadi pohon yang penuh buah buahan agar aku bisa memetik dan memberikannya kepada mereka?) 




Al Ilmu
Ucapan Ibnu Sina : ?????? ???? ?? ?? ?? ???? 
Ilmu itu mengangkat orang yang belum terangkat


Pepatah China :
Daripada engkau mengutuki kegelapan, lebih baik nyalakanlah lentera kecil
??? ?? ???? ?? ??????? ???? ?????? ?????




Sisanya silahkan dibaca sendiri ya...!








Berikut ini beberapa karya Hassan Massoudy dalam video slide :  





Artikel Kaligrafi Modern Hassan Massoudy ditulis dengan memperhatikan sumber sember tertera dibawah ini. 


All documents, photos, artworks are properties of their respective owners
If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.


Octobergallery :

Hassan Massoudy is an artist for whom the word itself remains the most sublime creative force.  His creations are a subtle mix of present and past, oriental and occidental, tradition and modernity.  The words and phrases, which are the inspiration for his calligraphy, are drawn from proverbs, poets and philosophers throughout the centuries, ranging from St. Augustine, Virgil and Ibn�-al-Arabi to Baudelaire and Rousseau.


Hassan Massoudy was born in 1944 in Najef, southern Iraq in a traditional Iraqi society.  He moved to Baghdad in 1961, where he learnt the various classical styles of calligraphy, studied graphic design and fine arts.   His desire to study art, coupled with the political events in Iraq at the time, saw him leave for Paris in 1969 where he enrolled at the �cole des Beaux- Arts. Massoudy was not only influenced by the great Arabic masters but also the artists Leger, Matisse, Soulages and Picasso.  After receiving his degree in 1975 he returned to calligraphy in a more enriched way, employing classical styles in a newer and freer manner. From 1972 he toured Europe for thirteen years with his Arabesque performance combining music, poetry and calligraphy.

Peace and tolerance are central themes of his work leading him to work with Amnesty International, UNICEF and other related organisations. 
Massoudy�s work was exhibited and used as the primary promotional image for the British Museum�s 2006 exhibition, Word Into Art: Artists of the Modern Middle East.

"The gestures of the calligrapher become an open space, welcoming the words of the poet and the imagination of the onlooker".
Hassan Massoudy

Selected Solo Shows
   2012 Gestures of Light, Abu Dhabi Festival, Ghaf Gallery and Emirates Palace, Abu Dhabi, UAE
   2011 Mus�e du Ch�teau des Rohan, Saverne, France
   2010 Logis Royal, Ch�teau de Loches, Loches, France
          Mus�e Batha, Fez, Morocco
   2009 Arabesque Festival, John F. Kennedy Center, Washington, USA
   2008 Scriptorial d�Avranches, Mus�e des Manuscrits du Mont Saint Michel, Avranches, France
   2007 Modern Arabic Calligraphy, October Gallery, London, UK
                        Chapelle du Seminaire, Moissac, France
          Centre d�Art Contemporain, Abbaye de Trisay,Trisay, France
   2005 Mus�e Ch�teau Saint-Jean, Nogent-le-Rotrou, France
   2004 Maison des M�moires, Carcassonne, France
   2002 Hunar Gallery, Dubai, UAE
          Galerie Atelier Gustave, Paris, France
          M�diath�que, Saint-Denis de la R�union, La R�union, France
   2001 Artoth�que de Cherbourg-Octeville, Cherbourg, France
   2000 Galerie Tammouz, Brussels, Belgium
   1999 Fondation Asselah, Algiers, Algeria
          Festival de Musique Sacr�e, Mus�e Batha, Fez, Morocco
          Ecole des Beaux-Arts, Oran, Algeria
   1998 Comptoir des Ecritures, Paris, France
   1996 La M�diatine, Brussels, Belgium
   1995 Arabian Collections Gallery, Al Khobar, Saudi Arabia
   1993 Mus�e Barrois, Bar-le-Duc, France
          Maison de la Culture, Bourges, France
          Palais des Congr�s, Grasse, France
   1991 Theater de Balie, Amsterdam, the Netherlands
          Galerie l�Art � la Page, Paris, France
   1990 Palais de l�UNESCO, Paris, France
          ARIAP Galerie des Beaux-Arts, Lille, France
   1989 Salle Al Amane, Casablanca, Morocco
          A.R. Galerie Art Contemporain, Brest, France
   1988 Soeterijntheater, Amsterdam, the Netherlands
   1987 Centre Culturel Fran�ais, Constantine, Algeria
          Galerie de Lappe, Paris, France
   1986 Museumgouda (formerly: Stedelijke Musea), Gouda, the Netherlands
         Westfries Museum, Hoorn, the Netherlands
         Galerie Al Iwan, Kuwait
   1984        Orient Galerie, Paris, France
         Mus�e R�gional, Sarreguemines, France
   1982        Maison des Arts et de la Culture, Cr�teil, France
   1981        Mus�e des Beaux-Arts, Pau, France
         Centre Culturel, Tamanrasset, Algeria

    Wednesday, November 1, 2017

    KaligrafiIslamiPeninggalan peninggalan Langka Hasyim Muhammad Al Baghdady Kumpulan Kaligrafi Islam


    Hasyim Muhammad al Bagdady, Kaligrafer Baghdad terbesar. Karya karyanya sangat terkenal dan beredar diseluruh dunia. Mulai dari lauhah lauhahnya sampai buku Qawaidul Khatnya, mungkin semua orang telah melihatnya. 

    Namun ada beberapa dokumen langka yang masih dipegang oleh murid muridnya, yang tidak banyak orang tahu. kali ini blog Kaligrafi Islam mencoba untuk menampilkan kepingan kepingan dokumen dan informasi, dari fragmen kehidupan sang master kaligrafi. 

    Beberapa Dokumen Yang Jarang Dipublikasikan 




    Berikut ini adalah beberapa karya dan dokumen dokumen beliau yang jarang di publikasikan : 

    Salman Syukur atau Syukur Salman

    Ucapan Selamat Hari Raya



    Imsakiyah Ramadhan

    Anak Anak Hasyim Muhammad Al Baghdady


    Hasyim Muhammad sangat mengidolakan kaligrafer Musthofa Raqim. Maka salah seorang puteranya diberi nama Raqim. tentunya ia berharap dan berdoa semoga sang anak kelak akan mewarisi kebesaran Musthafa Raqim. Secara keseluruhan, Hasyim Muhammad memiliki 6 anak :  4 orang anak perempuan dan 2 orang anak lelaki. Mereka adalah : 
    1. Iman
    2. Janan
    3. Raqim (tinggal di Emirat)
    4. Azis
    5. Hannan
    6. Niran
    Raqim bin Hasyim Muhammad

    Hasyim Muhammad Bukan Murid Hamid Al Amidi

    Banyak pengarang buku yang menyatakan bahwa Hasyim Muhammad adalah murid dari Hamid al Amidi. Alasannya adalah, adanya dua ijazah yang diterima Hasyim dari Hamid Al Amidi. Namun hal ini dibantah oleh Ugur Derman yang mengatakan :
    "Hasyim muhammad adalah kaligrafer asli Iraq yang sudah jadi. Tidak bisa dianggap sebagai murid Hamid Al Amidi, karena tidak pernah belajar darinya, baik langsung atau melalui surat menyurat. Adapun dua ijazah yang diperoleh Hasyim dari Hamid, itu merupakan sebuah bentuk penghormatan saja." 
    Hal ini diperkuat oleh ucapan Hamid Al Amidi sendiri : 
    Aku merasa malu memberikan ijazah kepada orang yang sebenarnya mulai mengungguliku. - Hamid - 

    Beberapa Peninggalan Yang Dipegang Murid Muridnya


    Berikut ini beberapa coretan Hasyim Muhammad yang berada di tangan murid muridnya dan tidak beredar luas sebelumnya : 

       


    Tiga buah hasil latihan kaligrafer Shodiq Ad-Duuri yang dikoreksi langsung  oleh Hasyim Muhammad Al Baghdady



    Potongan sampul buku asli tulisan Hasyim Muhammad
    Dokumen ini merupakan koleksi kaligrafer Mutsanna Al Ubaidi




    Masyaq langka tulisan Hasyim Muhammad. Gambar ini berasal dari Prof. Muhammad Nuri




    Prof. Muhammad Nuri, murid Hasyim sedang membawa lukisan asli Hasyim Muhammad
    Rabbana hab lana min azwajina wadzurriyyatina qurrata a'yunin waj'alna lilmuttaqiina imaama

    Perokok Berat Dan Tukang Ngopi


    Ini adalah beberapa kesaksian tentang bagaimana kehidupan Hasyim Muhammad sehari hari. Kesaksian ini disampaikan oleh beberapa orang yang pernah berinteraksi dengannya : 

    Seringkali dia minum kopi dicampur susu sambil berbincang bincang dalam bahasa Jerman dan bahasa Turki, disamping bahasa Arab dan sedikit bahasa Persia -Naji Jawad As-Sa'ati-

    Hasyim sangat gemar merokok sambil mendengarkan musik Iraq atau mendengarkan Al Qur'an. Bacaan Al Qur'an yang disukainya adalah bacaan Almarhum Hafidz Mahdi  
    Gaya Hasyim dalam menulis kaligrafi terbilang tidak biasa. Seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut ini. Hal ini menunjukkan, bahwa untuk menghasilkan karya yang bagus tidak dibatasi oleh bagaimana cara menulisnya.





    Artikel Peninggalan Peninggalan Langka Hasyim Muhammad Al Baghdady ditulis dengan memperhatikan sumber sember tertera dibawah ini. 


    All artworks are properties of their respective owners If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.